Home / Kampung Edukasi Herbal dan Zero Waste RW 19 Bunulrejo / Lurah Bunulrejo Dra. Yuke Siswanti, M.Si Meresmikan Kampung Edukasi Herbal dan Zero Waste RW 19 Bunulrejo – Kampung KB Mbois

Lurah Bunulrejo Dra. Yuke Siswanti, M.Si Meresmikan Kampung Edukasi Herbal dan Zero Waste RW 19 Bunulrejo – Kampung KB Mbois

Bunulrejo, 5 September 2020

Potensi kelurahan Bunulrejo sangat besar, bila menarik dalam akar sejarah Bunulrejo yang dibuktikan dengan prasasti yang tertulis dalam patung ganesha bahwa terceritakan sejarah tanah perdikan pada tahun 935 Masehi. Sebuah sejarah yang mempunya nilai dapat dikembangkan, karena Bunulrejo mempunyai beberapa fase yaitu fase pertama tentu zaman kanuruhan pada 1085 tahun yang lalu, fase kedua adalah islam masuk ke Bunulrejo, fase ketiga adalah zaman kolonial dan fase keempat adalah zaman kemerdekaan.

Sehingga melihat dinamika yang menarik dari sejarah Bunulrejo tersebut generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo tergerak mengejar dan mengisi potensi Bunulrejo dengan mengadakan acara seminar kajian potensi wisata tematik Bunulrejo dan revitalisasi pasar Bunulrejo menjadi pasar wisata, seminar kajian ini dilakukan pada tahun 2018 pada rangkaian HUT bunulrejo ke 1083 tahun.

Bola kreativitas membangun potensi sejarah Bunulrejo oleh pengurus Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo periode 2018-2021 mencapai puncaknya pada tahun 2019 pada bulan september dan oktober dengan mengadakan acara Festival yaitu Flashmob Tari Bapang dan Batik Fashion Carnival. Festival yang dilaksanakan di halaman pasar Bunulrejo, yang menarik adalah semangat pengurus Karang Taruna menjadikan Festival tingkat kelurahan menjadi Festival Rasa Kota Malang dengan dana sangat terbatas. Makna dari kedua acara tersebut adalah bagaimana Bunulrejo membangun kembali akar budaya melalui refleksi tari bapang dan melalui Batik Fashion Carnival muncul Batik Tulis Khas Bunulrejo yang menjadi produk budaya Bunulrejo.

Sehingga muncul sebuah tagline Bunulrejo Mbois merupakan sebuah reflesi bahwa sejarah bunulrejo itu memang Mbois dengan kepanjangan Mbois adalah Mbonol Is Culture (aksen medok bahasa jawa malangan) yang memang menjadi keluhan Budaya atau arti lebih dalam adalah daerah dengan budaya masyarakat yang sangat kuat. Sehingga menyebut masyarakat Bunulrejo juga dengan tagline yang keren yaitu dengan nama Mbois People yang memaknai bahwa kelurahan Bunulrejo itu masyarakatnya Mbois dengan spirit untuk terus berkembang.

Melihat prespektif bahwa kreativitas Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo yang membangun konsep Bunulrejo menuju wisata tematik Bunulrejo dengan keren dan Mbois, maka Kampung Keluarga Berencana (KB) Mbois Bunulrejo melanjutkan dengan hal yang konkrit dengan mendorong sebuah konsep Wisata Edukasi di setiap RW, sehingga program Kampung KB Mbois tidak saja mengejar kepersetaan apsektor KB, tetapi lebih luas membangun sebuah ekosistem kreatif di Kelurahan Bunulrejo.

Tagline Kampung Keluarga Berencana (KB) Mbois Bunulrejo adalah “Kampung KB Mbois Berbasis Potensi Wisata Tematik Sejarah Bunulrejo 1085 Tahun”, sehingga yang menjadi pembeda program Kampung KB diseluruh indonesia adalah basis dasar pengembangannya berdasarkan sejarah Bunulrejo, dan harapan dari membangun Kampung Keluarga Berencana (KB) Mbois Bunulrejo  ini adalah bagaimana ekosistem ekonomi kreatif Bunulrejo terus bergerak dan memberikan value ekonomi yang cukup tinggi bagi Mbois People Bunulrejo.

Salah satu semangat membanggakan adalah semangat warga RW 19 Bunulrejo untuk memajukan daerahnya dan Kampung KB Mbois Bunulrejo menangkap sebagai bentuk kolaborasi kreatif, dan kampung KB Mbois membangun ide kreatif yaitu menjadi Kampung Edukasi Herbal dan Zero Waste RW 19 Bunulrejo. RW 19 Bunulrejo adalah RW dalam lingkup perumahan, sehingga dengan lahan yang terbatas bisa memuncul sebuah ide kreatif akan menjadi hal yang menarik untuk dikunjungi.

Adalah Kampung Edukasi Herbal dengan semangat membangun Pertanian Perkotaan (Urban Farming) Bahan-Bahan Herbal yang ditanam oleh warga RW 19 Bunulrejo, dalam polibag bekas daur ulang, dan dari bahan herbal itu diproduksi produk herbal non kimia seperti sabun herbal, Sampo Herbal dan produk Herbal yang non kimia

Kampung Edukasi Zero Waste adalah bagaimana setiap warga memisahkan sampah bisa dipisahkan dan membuat semua yang dipakai dalam rumah tangga adalah bahan berwawasan lingkungan, Konsep Zero Waste ini dikembangkan dari pemilahan sampah organik dan anorganik kemudian diolah jadi pupuk kompos, dengan teknologi komposter

Konsep yang berbeda dan menarik, tidak sekedar mengembangkan pertanian perkotaan (Urban Farming), vertical garden, atau pun biopori, sumur resapan, tetapi kelebihan di Kampung Edukasi Herbal dan Zero Wates adalah bagaimana mengembangkan dari Pemilahan Sampah sampai Menanam urban Farming sampai menjadi produk Herbal yang bernilai ekonomi kreatif dan ada Pembelajaran atau Training Rutin dan Kreatif

Bila anda tertarik berkunjung ke RW 19 Bunulrejo akan berbeda, karena konsep Edukasi berbeda dan anda dapat menikmati proses dari hulu sampai konsep Herbal dan Zero Waste dan mendapatkan mengalaman yang Mbois. Jadi bagaimana produk herbal diproduksi dengan bahan-bahan yang sudah ditanam oleh warga RW 19 Bunulrejo, sehingga terjadi proses industri kreatif. Kemudian bagaiaman konsep zero waste dibangun dan terus dikembangkan, menarik kan Mbois People, akan ada cerita yang menarik di RW 19 Bunulrejo.

Program Pengembangan Kampung Edukasi di Wilayah Kelurahan Bunulrejo merupakan program Kampung KB Mbois Bunulrejo yang mengembangkan ekonomi kreatif Bunulrejo Berbasis Sejarah 935 Masehi Bunulrejo.

Dan pada pagi ini akan secara langsung akan diresmikan oleh Lurah Bunulrejo Dra. Yuke Siswanti. M.Si bertempat di balai RW 19 Bunulrejo

About Administrator Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.